Menjelang pergantian tahun baru Islam, umat Muslim dianjurkan untuk memanfaatkan momen ini sebagai sarana muhasabah atau introspeksi diri. Berbeda dengan perayaan tahun baru masehi yang identik dengan pesta pora, pergantian tahun Hijriah seyogianya diisi dengan amalan yang mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Selain membaca doa akhir tahun Hijriah untuk memohon ampunan atas dosa masa lalu, salah satu amalan sunah yang populer dilakukan oleh sebagian umat Muslim adalah menunaikan puasa di hari terakhir bulan Dzulhijjah dan hari pertama bulan Muharram.
Bagi Anda yang ingin mengamalkannya, berikut adalah ulasan lengkap mengenai bacaan niat puasa akhir dzulhijjah dan awal muharram beserta hukum pelaksanaannya.
Bacaan Niat Puasa Akhir Dzulhijjah dan Awal Muharram
Untuk menjaga keabsahan ibadah, niat sebaiknya dilafalkan di dalam hati atau dibaca pada malam hari sebelum terbit fajar. Berikut adalah teks Arab, latin, beserta arti dari masing-masing niat puasa tersebut:
1. Niat Puasa Sunah Akhir Tahun (Akhir Dzulhijjah)
Dibaca pada malam hari menjelang hari terakhir di bulan Dzulhijjah.
Teks Arab: ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺻَﻮْﻡَ ﻏَﺪٍ ﻣِﻦْ ﺍَﺧِﻴْﺮِ ﺍﻟﺴَّﻨَﺔِ ﺳُﻨَّﺔً ﻟﻠﻪ ﺗَﻌَﺎﻟﻰَ
Teks Latin: Nawaitu shouma ghodin min akhiiris sanati sunnatan lillahi ta’ala.
Artinya: “Saya niat berpuasa sunnah akhir tahun esok hari karena Allah Ta’ala.”
2. Niat Puasa Sunah Awal Tahun (Awal Muharram)
Dibaca pada malam hari menjelang tanggal 1 Muharram.
Teks Arab: ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺻَﻮْﻡَ ﻏَﺪٍ ﻣِﻦْ ﺍَﻭَّﻝِ ﺍﻟﺴَّﻨَﺔِ ﺳُﻨَﺔَ ﻟﻠﻪ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
Teks Latin: Nawaitu shouma ghodin min awwali sanati sunnatan lillahi ta’ala.
Artinya: “Saya niat berpuasa sunnah awal tahun esok hari karena Allah Ta’ala.”
Hukum Pelaksanaan Puasa Akhir dan Awal Tahun Hijriah
Secara umum, hukum melaksanakan puasa di akhir dan awal tahun ini adalah sunah yang didasarkan pada anjuran umum untuk memperbanyak amalan saleh di bulan-bulan mulia (Asyhurul Hurum).
Dalam beberapa literatur, sering kali dikutip sebuah hadis yang berbunyi:
“Barang siapa yang berpuasa sehari pada akhir tahun dari bulan Zulhijjah dan puasa sehari pada awal dari bulan Muharram, maka ia sungguh-sungguh telah menutup tahun yang lalu dengan puasa, dan membuka tahun yang akan datang dengan puasa, dan Allah Ta’ala menjadikan kaffarah atau terlebur dosanya selama 50 tahun.”
Perlu dicatat secara objektif bahwa hadis tersebut dicantumkan oleh Imam Asy-Syaukani dalam kitab Al-Fawa-id Al-Majmu’ah, yang merupakan kumpulan hadis-hadis dengan derajat lemah (dhaif) atau bermasalah. Oleh karena itu, para ulama menegaskan bahwa tidak ada dalil khusus yang kuat (sahih) yang secara spesifik memerintahkan paket puasa akhir dan awal tahun ini.
Meski demikian, puasa ini tetap diperbolehkan dan bernilai pahala jika diniatkan sebagai puasa sunah mutlak, atau bagian dari amalan umum untuk memperbanyak puasa di bulan Muharram yang dasarnya shahih. Untuk melihat referensi ibadah lainnya, Anda dapat membaca panduan amalan di bulan Muharram untuk menyambut tahun baru Hijriah.
Tujuan dan Hikmah Menjalankan Puasa
Puasa akhir tahun merupakan salah satu bentuk ikhtiar spiritual untuk menyambut bulan Muharram, yakni bulan pertama dalam kalender Hijriah. Berikut adalah beberapa tujuan utama dari ibadah puasa ini:
- Mencapai Ketakwaan: Sesuai dengan tujuan esensial puasa dalam Al-Qur’an, ibadah ini melatih jiwa agar senantiasa bertakwa dan ikhlas hanya karena Allah SWT.
- Sarana Pembungkus Amalan: Menjadikan puasa sebagai penutup lembaran catatan amal di tahun yang lalu, sekaligus membuka lembaran baru di tahun yang akan datang dengan kondisi spiritual yang bersih.
- Melatih Pengendalian Diri: Menahan hawa nafsu dari berbagai syahwat duniawi, mensucikan hati, serta menumbuhkan empati sosial terhadap kaum masakin yang kelaparan.
Kesimpulan
Melafalkan niat puasa akhir dzulhijjah dan awal muharram dapat menjadi langkah awal yang baik bagi umat Muslim untuk menutup dan membuka tahun dengan ibadah. Walaupun landasan hadis khususnya tidak berstatus shahih, esensi berpuasa di bulan-bulan mulia seperti Dzulhijjah dan Muharram tetap memiliki keutamaan yang besar dalam Islam selama didasari dengan niat yang benar.